Minggu, 23 Maret 2014

Kepemimpinan

Teori & Arti Penting Kemimpinan

·      Definisi kepemimpinan :
-  Secara umum kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka.
-  Menurut stoner, freeman dan gilbert kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam berbagai aktivitas yang harus dilakukan.
-  Menurut griffin kepemimpinan dibagi dalam 2 konsep, yaitu proses  dimana difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin dan atribut dimana kepemimpinan merupakan karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin. 

Tipologi Kemimpinan
·      Tipologi kepemimpinan
Tipologi kepemimpinan merupakan tipe-tipe kepemimpinan lain yang ada disekitar kita, berikut adalah tipe kepemimpinan menurut (Siagian,1997)  :
1.    Tipe Otokratis
- Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
- Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
-   Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
-  Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat .
-  Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya.
-  Dalam menggerakan bawahannya sering menggunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2.    Tipe Demokratis
- Tidak berfikiran bahwa pemimpin adalah manusia mulia yang harus dihormati dan sebagainya.
-   Menyingkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahannya.
-  Senang menerima saran dan kritik.
- Mengedepankan kerjasama atau teamwork.
-   Memberikan kebebasan bawahannya untuk melakukan kesalahan dan kesempatan untuk bawahannya memperbaiki kesalahannya tersebut dengan kebijakan tertentu.
- Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses.
- Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
3.      Tipe Militeris
-  Menggunakan perintah dalam menggerakan bawahannya.
-  Senang menggunakan jabatan dan pangkat dalam memberikan perintah.
-  Menuntut displin yang tinggi dan melebih-lebihkan formalitas.
-   Sukar menerima kritikan.
-  Menggemari upacara untuk berbagai keadaan.

4.      Tipe Paternalistis
-  Menganggap bawahannya tidak dewasa.
- Bersikap terlalu melindungi.
- Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif dan mengembangkan kreasinya.
- Sering bersikap sok tahu yang berlebihan.

5.      Tipe Karismatik
Tipe kepemimpinan ini tidak dapat dijelaskan secara nyata karena pemimpin yang disukai karena karismanya cenderung tidak memiliki patokan khusus dalam mencirikan apa yang disukai dari sifat kepemimpinan dengan tipe ini. Karisma seorang pemimpin  biasanya tercipta secara alami dari sikap pribadi pemimpin tersebut.
Faktor – Faktor yang mempengaruhi kemimpinan
·      Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan :
-    Pengikut, yaitu kumpulan orang yang mengikuti para pemimpin atau seseorang yang diberi perintah dan dipengaruhi oleh pemimpin untuk melakukan sesuatu. Para pengikut ini diantaranya : pegawai, pekerja atau bawahan.
-    Perbedaan kekuasaan, yaitu perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, antara pemimpin dan pengikut, antara atasan dan bawahan berimplikasi pada perbedaan kekuasaan antara keduanya.
-    Penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi, yaitu adanya perbedaan kekuasaan yang melahirkan konsekuensi logis bahwa pemimpin memiliki kekuasaan lebih untuk dapat mempengaruhi bawahannya.
-    Nilai yang dibangun, yaitu pemimpin harus memahami bahwa dirinya bukan sekedar berkuasa, tetapi perlu mendorong terwujudnya suatu nilai positif yang dapat memberi perubahan positif kepada semua anggota organisasi. Disini faktor etika, moralitas dan keteladanan/figur seorang pemimpin sangat diperlukan.

Implikasi Manajerial Kemimpinan Dalam Organisasi
·      Contoh kasus :
-  Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukan sikap tidak puas dan agresif. Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul Hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Hakim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “Dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”
Pertanyaan Kasus :
1.      Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu di tentara!
2.      Apa konsekuensinya bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan untuk merubah keadaan?
Jawaban Kasus :
1.   Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.Namun, dalam kasus ini Hartoyo gaya kepemimpinan yang dipakai Hartoyo adalah gaya dengan orientasi tugas. Gaya kepemimpinan ini secara dominan berpengaruh terhadap kinerja dan kepuasan kerja dan motivasi berprestasi karyawan. Seharusnya kepemimpinan Hartoyo menerapkan gaya kepemimpinan berorientasi karyawan lebih dominan di bandingkan dengan gaya kepemimpinan berorientasi tugas agar dapat meningkatkan motivasi berprestasi karyawan. Dan lebih memperhatikan kepentingan karyawan juga untuk mencapai tujuan mereka.
Hartoyo juga menggunakan tipe kepemimpinan otoriter, yaitu tipe pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada tipe kepemimpinan otoriter ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.
Keuntungan dalam menggunakan tipe kepemimpinan otoriter : Bawahan tidak perlu memikirkan apapun, bawahan cukup melaksanakan apa yang telah menjadi keputusan dari pemimpin/atasan.Kelemahan dalam menggunakan tipe kepemimpinan otoriter : Semua aspek kegiatan dalam perusahaan dikendalikan oleh pemimpin/atasan, sehingga apabila ada suatu masalah dalam perusahaan tersebut semuanya hanya tergantung pada pimimpin dan bawahan tidak boleh ikut campur dalam pengambilan keputusan. Serta menjadi kurang adanya kerjasama dalam perusahaan tersebut.
Pebandingan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu di tentara:
Dalam membangun sebuah perusahaan diperlukan kerjasama antara pemimpindengan bawahan. Namun, bawahan Hartoyo yang sekarang ingin ikut dalammembangun perusahaan tersebut secara bersama-sama agar tercapainya sebuah tujuan. Sedangkan bawahan hartoyo sewaktu di tentara merupakan anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi. Sehingga mereka membutuhkan tipe kepemimpinan yang otoriter.
2.   Apabila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya, perusahaan tersebut dapat mengalami gulung tikar, apabila seorang pimimpin hanya mengutamakan keputusan sendiri tanpa menerima saran dari bawahan.
Saran saya, sebaiknya Hartoyo dapat merubah gaya kepemimpinan otoriternya dengan gaya kepemimpinan demokratis, yaitu gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Pada kepemimpinan demokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi. Sehingga Hartoyo akan mudah untuk mencapai tujuan perusahaannya apabila merubah gaya kepemimpinannya dengan gaya kepemimpinan demokratis .

Sumber :
Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah,Buku Pengantar Manajemen,Kencana Prenada Media Group,2005

 

0 komentar:

Posting Komentar